Efektivitas “Recall” Bukan Sekadar “Lip Service”

Toyota Astra Motor mengaku baru berhasil memanggil tak sampai 5 persen dari 40.000 unit lebih konsumen yang mobilnya terindikasi bermasalah. Belum efektifkah kampanye perbaikan massal (recall) di Indonesia?

Baca: Cuma Secuil Konsumen Toyota Indonesia Ikut “Recall”

Bicara recall, Amerika Serikat (AS) punya pengalaman banyak. Supaya kampanye ini efektif mencapai konsumen yang membutuhkan, lembaga keselamatan berkendara Amerika, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), meminta produsen kendaraan memaksimalkan penggunaan media elektronik untuk mengampanyekan recall.

Anjuran ini sedang diusulkan untuk masuk ke dalam regulasi.

Meski begitu, pengiriman surat resmi melalui pos masih tetap harus dilakukan atau bisa dikatakan wajib. Rencana NHTSA ini dimaksudkan untuk terus mengingatkan pemilik kendaran agar membawa mobilnya ke bengkel untuk diperbaiki.

Pihak NHTSA menyampaikan, media elektronik yang dimaksud mencakup kampanye melalui media sosial, saluran telepon, radio, dan televisi, selain dari e-mail dan pesan teks ke ponsel genggam konsumen.

Baca juga: Cuma Segelintir Mobil yang Diperbaiki Pasca-“recall”

Sudah diakui, kalau para produsen kendaraan juga sudah mulai menggunakan internet dan iklan di media sosial, panggilan telepon, serta alat-alat elektronik lainnya demi meningkatkan kesadaran tentang kampanye recall. Namun, hal tersebut masih dianggap kurang maksimal.

Alat modern

Pihak NHTSA juga mengusulkan kepada para produsen mobil untuk menambahkan alat-alat modern di dalam mobil, yang memungkinkan produsen dan konsumen berkomunikasi.

Jadi, ke mana pun mobil itu berada, produsen tidak kesulitan untuk bisa memberi informasi ketika mobil terkena recall dan harus segera dibawa ke bengkel resmi.

“Recall sangat penting demi keselamatan, terlalu banyak orang mengatakan mereka tidak menyadari akan kampanye recall terbuka untuk mobilnya. Salah satu usulan lain ialah mendorong produsen menambah alat-alat modern sebagai salah satu cara mereka berkomunikasi dengan pemilik mobil. NHTSA berkomitmen untuk menggunakan semua alat yang ada, dalam berjuang untuk penyelesaian recall mencapai 100 peren,” ucap juru bicara NHTSA seperti dilansir Autonews, Jumat (2/9/2016).

Advertisements

Lamborghini Coba Lebih Feminin

Dari 3.245 unit hasil penjualan Lamborghini pada 2015, cuma lima persen pembeli wanita. Rasanya hal itu wajar saja karena setiap mobil berlambang banteng ini memang sangat beraroma maskulin.

Meski begitu, Lamborghini bakal keluar dari kebiasaan. Sang CEO perusahaan asal Italia ini, Stefano Domenicali, mengatakan bakal sedikit melunak dan berusaha menjaring lebih banyak konsumen wanita serta keluarga buat SUV perdana, Urus.

“Banteng selalu agresif, tapi saya mau memberikan filosofi baru buat masa depan. Banteng juga bisa lunak,” kata Domenicali seperti diberitakan Automotive News, Rabu (2/8/2016).

Domenicali menjanjikan desain Urus yang bakal datang pada 2018 akan langsung dikenali sebagai Lamborghini. Bukan hanya penampilan, tetapi rasa mengemudikannya juga sama. Jantung pacu Urus telah ditentukan, yaitu V8 4.0L turbo ganda dari Audi yang sudah dimodifikasi khusus untuk Urus.

Tidak ada varian diesel, sementara versi hibrida pada akhirnya akan diperkenalkan di tengah siklus hidupnya.

Lamborghini berharap Urus bisa menggandakan pencapaian penjualan tahunan. Pada 2019 targetnya lebih dari 7.000 unit Lamborghini dimiliki konsumen.

“SUV ini akan mengubah permainan. Itu bakal membuat Lamborghini berbeda,” ucap Domenicali.

Iannone Pecahkan Kaca Mobil Porsche

Tidak hanya bertingkah di dalam sirkuit, pebalap Ducati yang pernah dihukum karena menabrak Jorge Lorenzo, Andrea Iannone, menggemparkan dunia maya. Kali ini dirinya mengunggah video, yang terekam dirinya sedang memecahkan kaca mobil dengan palu.

Mengutip Crash, Jumat (2/9/2016), Iannone mengatakan, kalau perbuatannya ini lantaran mobilnya terkunci otomatis, sementara dirinya berada di luar dan kunci kontak masih tertinggal di dalam. Kecerobohan ini yang membuat Iannone harus rela merusak kaca mobilnya.

“Saya sedang mengisi bensin saat itu. Lalu ketika saya akan masuk ke dalam mobil, kondisnya sudah terkunci secara otomatis. Sementara kunci mobil tertinggal di dalam mobil,” ujar Iannone saat berjumpa wartawan di paddock Sirkuit Silverstone, Inggris.

Iannone menambahkan, ini bukan keputusan instan yang dirinya ambil, namun sudah coba melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan menelepon pihak Porsche, namun tidak mendapatkan solusi.

“Ini adalah masalah besar bagi saya, karena saya masih harus menempuh perjalanan 100km lebih untuk sampai ke tujuan, dan saat itu waktu menunjukkan pukul 1:30 di pagi hari. Saya menelepon pihak Porsche tetapi mereka tidak punya solusi. Saya berpikir sejenak dan ide unik adalah dengan memecahkan jendela,” ucap Iannone.

Kecerobohan seperti ini tidak hanya pernah dialami oleh Iannone, tapi banyak pemilik mobil lain.Namun, keputusan untuk memecahkan kaca mobil Porsche, nampaknya hanya cara yang dilakukan oleh Iannone.

Berikut link video Iannone saat memecahkan kaca mobilnya dengan palu.

Menyaksikan dari Dekat Uji Tabrak di Fasilitas Toyota

Salah satu proses yang wajib dilakukan sebelum produsen menjual mobil adalah uji tabrak. Begitu pula dengan Toyota yang memiliki fasilitas khusus untuk tes tabrak di Higashi Fuji, Shizuoka, Jepang.

Awak redaksi dapat kesempatan khusus untuk menyaksikan dari dekat proses uji tabrak di fasilitas tersebut dalam rangkaian Toyota Technology Media Trip 2016, Selasa (29/8/2016). Model yang tengah dites adalah Prius terbaru. Pengujian yang dilakukan adalah tumbukan frontal depan sudut samping (oblique frontal crash test).

Prius menjadi objek yang akan ditabrak trolly berbahan alluminium honey comb berbobot 2,5 ton. Prius diparkir di tengah area yang disinari lampu dari 4 sisi. Lantai tempat parkir terbuat dari kaca tebal.

Kamera dipasang di berbagai sudut untuk mengabadikan proses tersebut. Bahkan ada kamera yang dipasang dari bawah kaca lantai tempat Prius di parkir untuk mengetahui impak yang terjadi di bagian bawah.

90 kpj

Sirine dan akan menyala untuk memberikan informasi bahwa akan ada pengujian. Operator akan menghitung mundur waktu start. Selang beberapa detik setelah start, tiba-tiba muncul trolly yang melaju 90 kpj dari arah depan Prius.

Toyota
Tes tabrak sudut depan Toyota Prius
Bagian depan trolly berbahan alluminium honey comb langsung menabrak sisi depan sebelah kiri Prius. Usai tumbukan keras, mobil hibrida itu pun langsung terempas berputar 2 kali menjauhi lokasi awal. Begitu pula dengan trolly.

Ringsek

Benturan keras tersebut membuat sisi depan kiri Prius ringsek cukup parah. Apron kiri merangsek ke arah dinding antara mesin dan kabin (firewall).

Aki dan power control unit (PCU) berubah posisi agak menempel ke firewall. Fender kiri posisi sudah menempel ke ban. Sistem suspensi dan kaki-kaki sebelah kiri rusak parah. Begitu juga kaca depan yang retak namun tidak hancur.

Ada pergeseran beberapa panel body terutama bagian depan. Anehnya jarak panel pintu dengan pilar B hanya bergeser sedikit dan pintu masih bisa dibuka.

Kabin

Boneka demo atau manekin yang berada di kabin tidak terlihat dari sisi kanan kiri karena tertutup kantung udara samping. Selain kantung udara samping, bagian depan juga meledak dengan sempurna.

Manekin yang berada di dalamnya masih utuh dan berbentuk sempurna (tidak ada yang patah atau terlepas dari posisi awal). Tidak ada body bagian dalam yang robek terutama firewall. Hanya pedal gas dan rem saja bengkok ke samping. Posisi baterai dan perangkat sistem hibrida di kabin masih aman.

Kesimpulan

Secara visual, Prius hybrid yang diproduksi tergolong aman dari benturan samping depan. Perangkat keselamatan baik yang bersifat pencegahan terhadap cedera bekerja dengan optimal.