Giliran Australia Tuduh Volkswagen Curang

Masalah kecurangan emisi bahan bakar Volkswagen terus meluas. Setelah Amerika Serikat, Italia, dan Korea Selatan, kini giliran Australia yang membawa pabrikan asal Jerman itu ke meja hijau.

Diberitakan Automotive News, Kamis (31/8/2016), pengawas konsumen Australia menuntut atas dasar kesengajaan Volkswagen menjual lebih dari 57.000 unit kendaraan yang dilengkapi perangkat lunak khusus untuk mengecoh regulasi emisi.

Tuntutan dilakukan via adalah lembaga hukum Maurice Blackburn. Tuntutan yang diminta senilai 100 juta dollar Australia dan biaya perbaikan sebagian dari 90.000 unit kendaraan.

“Tuduhan ini melibatkan pencobaan luar biasa serius dan di luar kebiasaan oleh korporasi global,” kata Rod Sims, Chairman Australian Competition and Consumer Commission (ACCC)

ACCC juga meminta Volkswagen mendeklarasikan kesalahannya kepada publik, membayar denda, serta mengoreksi promosi terkait yang sudah dilakukan selama lima tahun.

“Volkswagen terlibat dalam beberapa pelanggan hukum konsumen Australia dengan menyembunyikan perangkat lunak di kendaraan untuk menipu pengujian dan menyesatkan konsumen tentang kendaraan mereka,” ucap Sims.

Volkswagen Group Australia meragukan aksi ACCC. Dikatakan usaha ini bakal menguntungkan konsumen sebab Volkswagen masih menunggu persetujuan perbaikan perangkat lunak itu yang kemungkinan terjadi pada akhir tahun ini.

Advertisements

Mobil “Mini” Toyota Meluncur di Jepang

Toyota meluncurkan model terbarunya di Jepang, Pixis Joy. Sesuai kelompoknya, kei car ini juga hanya fokus dipasarkan di pasar domestik Negeri Sakura saja. Mobil kompak ini terlihat segar, tersedia dalam tiga varian pilihan dengan karakter unik masing-masing.

Sepertinya, Pixis Joy ini merupakan produk buatan Daihatsu yang juga menjual model serupa dengan nama, Cast. Bahkan, Daihatsu sempat memanjang Cast di gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), Agutus lalu.

Kembali ke Toyota Pixis Joy, varian C, ditawarkan dengan tampilan berkarakter crossover. Pilihan varian F, terasa lebih classy dengan lekukan bodi yang senada-berirama. Sedangkan, varian S, terasa lebih sporty dengan sentuhan permainan warna merah menyala di beberapa bagian bodi.
Stanly/Otomania
Daihatsu GIIAS 2016
Seperti dilansir Paultan, Kamis (1/8/2016), Toyota mengklaim mobil ini memiliki banderol harga yang murah dan irit. Status tersebut tentu bisa didapat karena kapasitas silinder mesin Pixis yang ada di bawah 1.000cc.

Pixis Joy menggunakan mesin KF tiga silinder berkapasitas 660 cc dengan tenaga 52 PS @6.800 rpm. Torsinya mencapai 60 Nm @5.200 rpm. Toyota juga menawarkan Pixis Joy bermesin turbo bertenaga 64 PS dengan torsi sebesar 92 Nm.

Harga yang ditawarkan untuk satu unit Pixis Joy, mulai dari Rp 157 jutaan ( 1.220.400 yen) sampai sekitar Rp 209 jutaan (1.620.000 yen). Sejak Rabu (31/8/2016) mobil ini sudah bisa mulai dipesan di diler Toyota Jepang.

“Ngebut Wheelie” Terkencang Se-dunia

Egbert Van Popta ditahbiskan sebagai penunggang motor gaya wheelie (ban depan terangkat) paling kencang sedunia. Rider asal Belanda itu memecahkan rekor tahun ini di Straightliners Wheelie World Championships, Elvington Airfield, Yorkshire, Inggris.

Egbert mengendarai Suzuki Hayabusa, berhasil melaju dalam 343,287 kpj dalam keadaan ban depan terangkat, sepanjang 1 km.

Sebenarnya, kecepatan ini di bawah catatan yang dicetak sebelumnya, yakni 345,476 kpj. Namun, hasil itu dianulir karena ban depan menyentuh tanah sebelum batas yang ditentukan.

Dengan demikian, Van Popta mengambil rekor sebelumnya dari Gary Rothwell yang pada ajang ini tercatat sebagai yang kedua tercepat dengan 331,603 kpj.

Berikut video saat Van Popta mengangkat ban depan motornya dalam kecepatan yang bisa menerbangkannya, (23/8/2016):

BMW Lawas Terlahir Kembali Lebih Bengal

Bosan dengan mesin boxer BMW buat dimodifikasi, masih ada seri klasik K-Series yang menggendong mesin 4-silinder. Posisi jantung pacu yang berdiri akan memudahkan modifikator berkreasi, seperti yang dilakukan Efraon Triana dari Pan Speed Shop.

Bengkel yang berlokasi di Madrid, Spanyol ini tergolong baru. Tapi, punggawa di dalamnya bukan anak kemarin sore. Triana adalah pendiri bengkel modifikasi Cafe Racer Dreams (CRD), lalu meninggalkannya karena terlalu sering memodifikasi BMW dari konsumen.

”Saya putuskan untuk meninggalkan CRD agar lebih berkembang, lalu menciptakan konsep yang berbeda. BMW modern sangat banyak!” ucap Triana menunjukkan rasa bosannya memodifikasi motor bermesin boxer khas BMW, dikutip BikeExif, (29/8/2016).

Dia lalu menggandeng beberapa rekan dan membuka Pan Speed Shop. Nah, BMW K1200S lansiran 2004 inilah yang menjadi karya perdananya, lepas dari bayang-bayang rutinitas masa lalu.

Motor itu pun diberi nama ”Meka”, yang mengalami perombakan pada seluruh bagian. Buat yang belum familiar dengan K1200S, suspensi depan yang digunakan masih orisinal, namun di-upgrade dengan sokbreker Hagon.

Bikeexif
Rangka utama dipertahankan untuk menghargai insinyur BMW.
Penghargaan
Rangka utama, pelek, dan peranti rem dipertahankan. Ini dinilai sebagai langkah bijak, mengingat paketan K1200S sudah menjadi paket yang sangat baik dari sisi performa.
“Saya ingin mengambil keuntungan dari sisi teknis bawaan motor, sekaligus menghargai para insinyur di BMW, karena mereka lebih tahu,” kata Efraón.

Konsep cafe racer kental,tapi dibalut dengan gaya radikal. Sektor bodywork dibumbuhi dengan sejumlah lekukan yang membuat tampilannya futuristik. Buritan dikustom dengan rongga sirip yang memberikan kesan galak.

Lampu depan dibuat handmade dengan dua lampu Xenon yang bisa dibuka-tutup, atau membuka sendiri saat mesin dinyalakan. Efraón mengurut kembali kabel-kabel untuk disambungkan dnegan Motogadget m-Unit controller. ”Otak” ini ditempatkan tepat di bawah lampu depan.

Mesin dibiarkan terbuka. Di belakang rangka tampak filter udara yang sudah diganti dengan K&N. Senada dengan desain yang digariskan, bagian peredam gas buang juga mendapat sentuhan kustom berbentuk sirip.

Semua bagian diberi treatment seolah menjadi besi mentah, memberikan efek lawas.

Efektivitas “Recall” Bukan Sekadar “Lip Service”

Toyota Astra Motor mengaku baru berhasil memanggil tak sampai 5 persen dari 40.000 unit lebih konsumen yang mobilnya terindikasi bermasalah. Belum efektifkah kampanye perbaikan massal (recall) di Indonesia?

Baca: Cuma Secuil Konsumen Toyota Indonesia Ikut “Recall”

Bicara recall, Amerika Serikat (AS) punya pengalaman banyak. Supaya kampanye ini efektif mencapai konsumen yang membutuhkan, lembaga keselamatan berkendara Amerika, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), meminta produsen kendaraan memaksimalkan penggunaan media elektronik untuk mengampanyekan recall.

Anjuran ini sedang diusulkan untuk masuk ke dalam regulasi.

Meski begitu, pengiriman surat resmi melalui pos masih tetap harus dilakukan atau bisa dikatakan wajib. Rencana NHTSA ini dimaksudkan untuk terus mengingatkan pemilik kendaran agar membawa mobilnya ke bengkel untuk diperbaiki.

Pihak NHTSA menyampaikan, media elektronik yang dimaksud mencakup kampanye melalui media sosial, saluran telepon, radio, dan televisi, selain dari e-mail dan pesan teks ke ponsel genggam konsumen.

Baca juga: Cuma Segelintir Mobil yang Diperbaiki Pasca-“recall”

Sudah diakui, kalau para produsen kendaraan juga sudah mulai menggunakan internet dan iklan di media sosial, panggilan telepon, serta alat-alat elektronik lainnya demi meningkatkan kesadaran tentang kampanye recall. Namun, hal tersebut masih dianggap kurang maksimal.

Alat modern

Pihak NHTSA juga mengusulkan kepada para produsen mobil untuk menambahkan alat-alat modern di dalam mobil, yang memungkinkan produsen dan konsumen berkomunikasi.

Jadi, ke mana pun mobil itu berada, produsen tidak kesulitan untuk bisa memberi informasi ketika mobil terkena recall dan harus segera dibawa ke bengkel resmi.

“Recall sangat penting demi keselamatan, terlalu banyak orang mengatakan mereka tidak menyadari akan kampanye recall terbuka untuk mobilnya. Salah satu usulan lain ialah mendorong produsen menambah alat-alat modern sebagai salah satu cara mereka berkomunikasi dengan pemilik mobil. NHTSA berkomitmen untuk menggunakan semua alat yang ada, dalam berjuang untuk penyelesaian recall mencapai 100 peren,” ucap juru bicara NHTSA seperti dilansir Autonews, Jumat (2/9/2016).

Lamborghini Coba Lebih Feminin

Dari 3.245 unit hasil penjualan Lamborghini pada 2015, cuma lima persen pembeli wanita. Rasanya hal itu wajar saja karena setiap mobil berlambang banteng ini memang sangat beraroma maskulin.

Meski begitu, Lamborghini bakal keluar dari kebiasaan. Sang CEO perusahaan asal Italia ini, Stefano Domenicali, mengatakan bakal sedikit melunak dan berusaha menjaring lebih banyak konsumen wanita serta keluarga buat SUV perdana, Urus.

“Banteng selalu agresif, tapi saya mau memberikan filosofi baru buat masa depan. Banteng juga bisa lunak,” kata Domenicali seperti diberitakan Automotive News, Rabu (2/8/2016).

Domenicali menjanjikan desain Urus yang bakal datang pada 2018 akan langsung dikenali sebagai Lamborghini. Bukan hanya penampilan, tetapi rasa mengemudikannya juga sama. Jantung pacu Urus telah ditentukan, yaitu V8 4.0L turbo ganda dari Audi yang sudah dimodifikasi khusus untuk Urus.

Tidak ada varian diesel, sementara versi hibrida pada akhirnya akan diperkenalkan di tengah siklus hidupnya.

Lamborghini berharap Urus bisa menggandakan pencapaian penjualan tahunan. Pada 2019 targetnya lebih dari 7.000 unit Lamborghini dimiliki konsumen.

“SUV ini akan mengubah permainan. Itu bakal membuat Lamborghini berbeda,” ucap Domenicali.

Iannone Pecahkan Kaca Mobil Porsche

Tidak hanya bertingkah di dalam sirkuit, pebalap Ducati yang pernah dihukum karena menabrak Jorge Lorenzo, Andrea Iannone, menggemparkan dunia maya. Kali ini dirinya mengunggah video, yang terekam dirinya sedang memecahkan kaca mobil dengan palu.

Mengutip Crash, Jumat (2/9/2016), Iannone mengatakan, kalau perbuatannya ini lantaran mobilnya terkunci otomatis, sementara dirinya berada di luar dan kunci kontak masih tertinggal di dalam. Kecerobohan ini yang membuat Iannone harus rela merusak kaca mobilnya.

“Saya sedang mengisi bensin saat itu. Lalu ketika saya akan masuk ke dalam mobil, kondisnya sudah terkunci secara otomatis. Sementara kunci mobil tertinggal di dalam mobil,” ujar Iannone saat berjumpa wartawan di paddock Sirkuit Silverstone, Inggris.

Iannone menambahkan, ini bukan keputusan instan yang dirinya ambil, namun sudah coba melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan menelepon pihak Porsche, namun tidak mendapatkan solusi.

“Ini adalah masalah besar bagi saya, karena saya masih harus menempuh perjalanan 100km lebih untuk sampai ke tujuan, dan saat itu waktu menunjukkan pukul 1:30 di pagi hari. Saya menelepon pihak Porsche tetapi mereka tidak punya solusi. Saya berpikir sejenak dan ide unik adalah dengan memecahkan jendela,” ucap Iannone.

Kecerobohan seperti ini tidak hanya pernah dialami oleh Iannone, tapi banyak pemilik mobil lain.Namun, keputusan untuk memecahkan kaca mobil Porsche, nampaknya hanya cara yang dilakukan oleh Iannone.

Berikut link video Iannone saat memecahkan kaca mobilnya dengan palu.